BP PAUD dan Dikmas Kalteng Gelar Simulasi Perangkat Pemetaan Mutu

BP-PAUD DAN DIKMAS KALTENG
GELAR SIMULASI PERANGKAT PEMETAAN MUTU

PP No. 19 tahun 2005 beserta perubahannya PP no 32 Tahun 2013 dan PP no13 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan agar sumber daya pendukung pencapaian mutu program PAUD dan Dikmas dapat setara mutunya. Pengembangan mutu merupakan salah satu tugas pokok dan fungsi BP PAUD Dikmas yang pada tahun 2018 ini berjumlah 400 lembaga.

Untuk optimalisasi pencapaian target pemetaan mutu tersebut, BPPAUD dan Dikmas Kalimantan Tengah menyelenggarakan kegiatan Simulasi Perangkat Pemetaan Mutu BP PAUD dan Dikmas pada tanggal 28 s.d. 29 April 2018. Kegiatan yang berlangsung di aula lembaga ini diikuti oleh 36 peserta dari unsur pokja dan operator pemetaan mutu kabupaten/kota dan pamong belajar serta fungsional umum. Narasumber kegiatan ini adalah Tim ICT PAUD dan Dikmas Kemendikbud, Memet Tri Juniartriarso.

Selama dua hari peserta melakukan simulasi perangkat pemetaan mutu. Mereka mengikuti kegiatan dengan serius. Diharapkan para operator kabupaten/kota ini akan mampu melakukan penginputan data dengan benar.

Kabag Perencanaan dan Penganggaran Ditjen Paud Dikmas, Ir. Agus Pranoto Basuki, M.Pd. saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa salah satu target dalam kebijakan PAUD dan Dikmas tahun 2018 adalah mencapai satuan pendidikan pendidikan nonformal yang memenuhi standar nasional pendidikan dan terakreditasi dengan target minimal 30.000 lembaga.

Sementara itu, Kepala BP PAUD dan Dikmas Kalimantan Tengah, Dr. Didik Tri Yuswanto, M.Pd., saat memaparkan materi Pemetaan Mutu menyampaikan hasil evaluasi terhadap kegiatan pemetaan mutu program PAUD dan Dikmas tahun 2017.

“Permasalahan pemetaan mutu yang ditemukan pada tahun 2017 di antaranya kurangnya koordinasi antara tim pemetaan mutu dengan pokja pemetaan mutu di kabupaten/ kota, sebagian kabupaten kota masih belum membentuk pokja pemetaan mutu, tidak sinkronnya instrumen pemetaan mutu dengan aplikasi pemetaan mutu yang membingungkan penginput data, dan kurangnya pemahaman tentang pemetaan mutu. Berkaca dari permasalahan yang ditemukan pada tahun lalu, kita berharap pemetaan mutu yang dilaksanakan pada tahun 2018 ini dapat terlaksana lebih baik,” tuturnya. (E.A)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *