TIGA UPT KEMDIKBUD GELAR UPACARA HARDIKNAS BERSAMA

TIGA UPT KEMDIKBUD GELAR UPACARA HARDIKNAS BERSAMA

Puncak Gebyar Hardiknas adalah pelaksanaan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2018. Tiga Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemdikbud di Kalimantan Tengah, yakni Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP-PAUD dan Dikmas), Balai Bahasa,  dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Tengah menggelar upacara Peringatan Hardiknas bersama. Upacara yang berlangsung di halaman LPMP Kalteng, Jalan Tjilik Riwut Km 4,5 ini diikuti oleh pegawai  ketiga instansi tersebut beserta guru-guru beberapa sekolah di kota Palangka Raya.

Kepala BP-PAUD dan Dikmas Kalimantan Tengah, Dr. Didik Tri Yuswanto bertindak sebagai inspektur  upacara.  Dalam kesempatan itu, membacakan naskah pidato Mendikbud RI, Prof. Muhajir Efendi. Isi pidato Hardiknas itu di antaranya  kilas balik kelahiran tokoh pelopor pendidikan nasional, Suwardi Suryaningrat yang lebih dikenal Ki Hajar Dewantara.

Melalui tema Hardiknas “Menguatkan Pendidikan, memajukan Kebudayaan” kita diajak untuk menjadikannya sebagai momentum untuk merenungkan hubungan erat antara pendidikan dan kebudayaan yang tercermin dalam ajaran dan pemikiran Ki Hajar Dewantara. Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berlandaskan pancasila dan UUD 1945. Kebudayaan nasional merupakan akar pendidikan  nasional. Ada titik temu yang erat antara pendidikan dan kebudayaan. Jika kebudayaan  nasional menghunjam di tanah tumpah darah  Indonesia, akan tumbuh subur pula bangunan pendidikan Indonesia.

Sebagai insan pendidikan kita harus berkomitmen untuk terus berikhtiar membangun pendidikan. Pendidikan yang dihidupi dan disinari oleh kebudayaan nasional. Kebudayaan yang maju akan membuat pendidikan kita semakin kuat. Begitu pula sebaliknya, jika pendidikan kita subur dan rindang, akar kebudayaan akan lebih menghunjam kian dalam di tanah tumpah darah Indonesia. Cita-cita pendidikan dan kebudayaan nasional hanya bisa terwujud jika kita bekerja keras dan berdaya jelajah luas.

Pembangunan infrastruktur di seluruh tanah air selama kurun waktu tiga tahun terakhir harus disertai dengan pembangunan sumber daya manusia. Di tahun-tahun mendatang pemerintah akan memberikan prioritas pembangunan inftastruktur pada daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) agar wilayah-wilayah tersebut terintegrasi dan terkoneksi ke dalam layanan pendidikan dan kebudayaan.

Selain pembangunan fisik, penguatan karakter dan literasi warga negara merupakan bagian penting yang menjadi roh dalam kinerja pendidikan dan kebudayaan yang memerlukan pelibatan semua komponen bangsa. Guru, orang tua, dan masyarakat merupakan tripusat pendidikan yang menjadi sumber kekuatan untuk memperbaiki kinerja dunia pendidikan dan kebudayaan dalam menumbuhkembangkan karakter dan literasi anak-anak Indonesia. Oleh karena itu, dunia pendidikan dan kebudayaan harus menyesuaikan dengan dinamika tantangan perubahan dunia akibat revolusi Industri 4.0.

Akhirnya, semua pihak diimbau untuk bergandeng tangan, bahu membahu, bersinergi memikul  tanggung jawab bersama dalam menguatkan pendidikan. Penguatan pendidikan harus dilakukan secara seimbang melalui 3 jalur; formal, nonformal, dan informal. Ketiganya diposisikan  setara dan saling melengkapi.

Upacara berlangsung dengan tertib dan lancar. Para peserta upacara yang kebanyakan mengenakan pakaian nusantara tampak mengikutinya dengan penuh khidmat.  Usai upacara dilakukan pembagian hadiah untuk para pemenang lomba Gebyar Hardiknas yang telah berlangsung pada 21—27 April 2018 yang lalu. (E.A)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *