Dirjen PAUD dan Dikmas Apresiasi Peningkatan IPM di NTB

Dirjen PAUD dan Dikmas Apresiasi Peningkatan IPM di NTB

Mataram, PAUD dan Dikmas – Peningkatan IPM Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) salah satunya didukung keberhasilan peningkatan layanan pendidikan, terutama peningkatan peserta didik. Dengan program mengembalikan anak-anak putus sekolah atau tidak sekolah untuk mengenyam pendidikan.

Demikian disampaikan oleh Dirjen PAUD dan Dikmas Harris Iskandar di sela-sela pembukaan Puncak Hardiknas 2018 di Lombok City Center, Senin (7/5). Menurut Harris, upaya pemerintah provinsi NTB yang didukung masyarakat dan stakholder pendidikan menjadi modal dalam menurunnya angka putus sekolah dan tidak sekolah.

“Saya sering bicara ke daerah lain bahwa apa yang dilakukan Pemerintah Provinsi NTB dalam mengupayakan orang berusia 15-50 tahun untuk kembali mengenyam pendidikan bisa menjadi model untuk daerah lain dalam meningkatkan layanan dan pemerataan pendidikan,” ungkap Harris di depan wartawan.

Harris yang menggawangi Direktorat Jenderal PAUD dan Pendidikan Masyarakat atau yang fokus dalam pendidikan nonformal ini, sangat mengapresiasi meningkatnya peserta didik dalam kesetaraan dan penuntasan buta aksara di NTB.

“Meski berada di urutan kedua terbesar buta aksaranya. Beberapa program provinsi NTB bisa menjadi rule model bagi daerah lain dengan pelibatan berbagai pihak dalam menuntaskan buta aksara,” ungkap Dirjen.

Seperti diketahui, pada 2017, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Nusa Tenggara Barat (NTB) meningkatkan. Jika sebelumnya, IPM NTB berada di urutan 34 dari provinsi se-Indonesia, kini meningkat menjadi urutan 29. Laju IPM NTB ini merupakan terbaik ketiga se-Indonesia.

IPM NTB tumbuh 1,17 persen dan mencapai angka 66,58 atau merupakan tercepat ketiga se-Indonesia. Dengan rata-rata pertumbuhan IPM NTB per tahun dalam dalam kurun 2010-2017 sebesar 1,22 persen. (AEF&ARIEF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *