Gernas Baku Tumbuhkan Kecintaan terhadap Buku

Gernas Baku Tumbuhkan Kecintaan terhadap Buku

Menumbuhkan Minat Baca Anak Sejak Dini ///SUB PALANGKA RAYA Untuk menumbuhkembangkan minat budaya baca pada anak, Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Kalteng bersama Pemerintah Provinsi Kalteng dalam hal ini Dinas Pendidikan Kalteng saling berkolaborasi dengan melakukan Gerakan Nasional Orangtua Membaca Buku (Gernas Baku). Gerakan nasional ini dilouncing di Istana Isen Mulang Palangka Raya, Sabtu (5/5). Dihadiri Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran dan istri Yulistra Ivo Azhari, Kadisdik Kalteng, H Slamet Winaryo dan Kepala BP Paud dan Dikmas Kalteng, Dr Didik Tri Yuswanto dan anak-anak, guru dan orangtua dari 73 Paud dan TK.
Menurut Didik Tri Yuswanto, Gernas Baku kepada anak merupakan gerakan untuk mendukung inisiatif dan peran keluarga dalam meningkatkan minat baca anak melalui pembiasaan di rumah, di satuan pendidikan PAUD, dan di masyarakat. Gerakan ini dibawah koordinasi Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga, Ditjen PAUD dan Dikmas Kemdikbud.
“Tujuan dari gerakan ini membiasakan orangtua membacakan buku bersama anak agar mempererat hubungan sosial-emosi antara anak dan orangtua, serta menumbuhkan minat baca anak sejak dini,” jelasnya.
Dilouncingnya Gernas Baku bukan sekadar kegiatan serimonial saja, tetapi lebih kepada mengajak orangtua dan guru membudayakan membaca buku. Karena Hasi survei Programme for International Student Assessment (PISA) pada 2015 menunjukkan bahwa Indonesia berada di urutan ke-64 dari 72 negara. Menurut survei Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015, sebanyak 91,47% anak usia dini lebih suka menonton televisi dan 13,11% yang suka membaca.
“Sekarang tantangan terbesar kita adalah bagaimana menerapkannya di dunia pendidikan dan di lingkungan keluarga. Karena tak dipungkiri, banyak orangtua yang suka menonton televisi sehingga anak-anaknya pun turut mengikuti hobi tersebut. Sementara untuk membaca buku, sudah sangat jarang ditemui. Nah, sekarang bagaimana kita bisa kembali menumbuhkannya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Didik tidak menampik bawah membiasakan membaca memang bukanlah perkara yang mudah, perlu dukungan dari berbagai pihak. Untuk itulah Pemerintah melalui program Gernas Baku mengajak seluruh elemen mulai dari guru dan orangtua membiasakan anak sejak dini membaca buku.
“Membacakan buku sebuah kebutuhan dalam pengasuhan karena banyak orang yang sukses di awali dengan kecintaannya akan membaca,” ungkapnya. (pri/k)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *