Mendikbud: Peringatan Hardiknas Sebagai Perenungan dan Refleksi Atas Perjuangan Ki Hajar Dewantara

Mendikbud: Peringatan Hardiknas Sebagai Perenungan dan Refleksi Atas Perjuangan Ki Hajar Dewantara

Mataram, PAUD dan Dikmas – Pelaksanaan puncak hari pendidikan nasional (Hardiknas) 2018 di Lombok,Provinsi Nusa Tenggara disambut baik oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat Teungku Muhammad Zainal Majdi. Menurut gubernur yang sering disapa Tuan Guru Bajang, Hardiknas ini bisa menjadi spirit dan motivasi bagi peserta didik di wilayahnya.

“Kehadiran perwakilan dari setiap daerah yang merupakan pilihan dari provinsi masing-masing ini menjadi spirit bagi anak-anak dan pelajar di Nusa Tenggara Barat. Acara ini menjadi berkah lahir dan batin bagi warga Nusa Tenggara Barat, terutama peserta didik di NTB, ” papar Gubernur NTB saat memberi sambutan pembukaan Hardiknas 2018 di Lombok City Center, Senin (7/5).

Menurut TGB biasa disapa, IPM Nusa Tenggara Barat cukup baik, mengalami kenaikan dan berada di atas pertumbuhan IPM nasional. Jika sebelumnya, IPM NTB berada di urutan 34 dari provinsi se-Indonesia, kini meningkat menjadi urutan 29. Laju IPM NTB ini merupakan terbaik ketiga se-Indonesia. Salah satunya didukung peningkatan pendidikan dan rata-rata lama sekolah membaik karena pelayanan pendidikan semakin baik.

“Kenaikan IPM ini, salah satunya karena peningkatan pendidikan. Harapan Lama Sekolah (HLS) yang naik dari 13,16 tahun pada 2016 menjadi 13,46 tahun di 2017. Artinya perbaikan pelayanan dasar selama ini mulai menunjukkan hasil,” ungkap TGB.

Selain itu, Gubernur NTB juga memaparkan bahwa kompetensi lulusan SMK sangat membantu peningkatan kualitas hidup warga NTB. Karena banyak lulusan SMK dan SMA yang menjadi pegawai di industri parawisata yang menjadi prioritas pembangunan NTB.

“Ternyata vokasi dan kompetensi anak-anak SMK khususnya memiliki kualitas yang dibanggakan. Pemerintah tinggal memperhatikan dan meningkatkan kompetensi mereka serta memberikan perhatian yang memadai dan difasilitasi,” ujarnya.

Gubernur Majdi juga berharap agar pendidikan juga memberikan porsi lebih kepada siswa dalam membangun mental dan karakter. Terutama rasa optimisme dalam menghadapi tantangan kehidupan ke depan.

“Hampir 50 persen, anak-anak muda kita termasuk siswa itu khawatir menghadapi revolusi industri. Pendidikan menjadi solusi untuk antisipasi dengan memperbanyak materi pembangunan karakter dan optimisme menghadapi masa depan, diperbanyak. Bangun dan bangkitkan kepercayaan diri anak-anak kita,” pungkas Tengku Muhammad Zainal Majdi. (AEF&ARIEF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *