Wayang Kulit Dari PKBM Fortuna Menarik Minat Mendikbud Di Stand Pameran Ditjen PAUD dan Dikmas

Wayang Kulit Dari PKBM Fortuna Menarik Minat Mendikbud Di Stand Pameran Ditjen PAUD dan Dikmas

Mataram, PAUD dan Dikmas – Wayang kulit menjadi daya tarik sendiri bagi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi saat mengunjungi stand pameran puncak Hardiknas 2018 di Lombok City Center, Senin (7/5).

Sang Menteri kelahiran lahir di Madiun, Jawa Timur, 29 Juli 1956 itu terpaku lama di stand milik Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Fortuna Klaten,Jawa Tengah.
“Pak menteri sempat bertanya tentang pembuatan wayang kulit dan proses pembuatannya yang dibuat warga belajar PKBM Fortuna,” ujar Ketua PKBM Dewi Fortuna Kristian Apriyanta. Kristian bangga, hasil karya anak asuhnya digemari banyak orang, salah satunya Mendikbud Muhadjir Effendy.

“Hasil karya warga belajar ini dipergunakan untuk membiayai PKBM dan Omah Wayang. Puji Syukur dari karya ini juga membantu pendapatan keluarga warga belajar dan masyarakat sekitar PKBM,” papar Kristian yang juga dikenal dengan Dalang Apri ini.

Dengan wayang kulit itulah, Kristian menyadarkan warga sekitar PKBM untuk menuntaskan buta aksara dan menambah penghasilan tambahan bagi keluarga warga binaannya. Bahkan dengan wayang kulit,Kristian mendapatkan penghargaan dari UNESCO dan mengharumkan Indonesia dengan penghargaan internasional bidang pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan atau Education for Sustainable Development (ESD). ESD Okayama Award 2017 diserahkan pada akhir Oktober lalu di Okayama, Jepang.

Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk penghormatan masyarakat dunia terhadap upaya yang telah dilakukan individu, lembaga, dan organisasi yang terlibat dalam bidang pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan dalam rangka percepatan program aksi global.

“Dari PKBM Dewi Fortuna ini kami ingin melestarikan wayang kulit. Bahkan kampung kami menjadi desa wisata dan kampung literasi, “ungkap Kristian yang mengelola PKBM di Dukuh Jombor, Desa Danguran, Kecamatan Klaten Selatan,” Provinsi Jawa Tengah. (AEF&ARIEF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *