Pengurus SWBB Kalimantan Tengah Dikukuhkan

PENGURUS SWBB KALIMANTAN TENGAH DIKUKUHKAN

 

            Bimbingan teknis Satuan Karya Pramuka Widya Budaya Bakti (SWBB) digelar di Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP PAUD dan Dikmas) Kalimantan Tengah pada Jumat, 29 Juni 2018.

            Bimbingan teknis tersebut diberikan terhadap 78 calon pengurus SWBB Daerah Kalimantan  Tengah agar memiliki pemahaman tentang satuan karya yang bergerak di bidang pendidikan dan kebudayaan. SWBB merupakan satuan karya pramuka yang paling baru dibandingkan dengan satuan karya pramuka lain yang telah ada. Tujuan keberadaannya adalah untuk mewadahi peserta didik gerakan pramuka dari golongan penegak dan pandega agar dapat memupuk, mengembangkan, dan mengarahkan minat dan bakatnya dalam peran sebagai pendidik masyarakat dan pelestari budaya bangsa khususnya PAUD, pendidikan masyarakat, seni dan tradisi, sejarah, nilai budaya, cagar budaya dan museum.

            Peserta bimbingan teknis yang terdiri dari calon pengurus SWBB berasal dari berbagai  kalangan, yakni Kwarda Pramuka Kalimantan Tengah, Kwarcab Kota Palangka Raya, dan Kwartir Ranting Jekan Raya, BP PAUD dan Dikmas Kalimantan Tengah, Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Tengah, LPMP Kalimantan Tengah, Balai Bahasa Kalimantan Tengah, Kementerian Agama Kalimantan Tengah, Dewan Kesenian, dan praktisi pendidikan yang tergabung dalam organisasi mitra BP PAUD dan Dikmas Kalimantan Tengah.

            Dalam kegiatan bimbingan teknis tersebut peserta dibekali pengetahuan tentang sejarah lahirnya Saka Widya Budaya Bakti, tujuan dilaksanakannya, cara pengelolaannya, serta krida-krida yang ada dalam Saka Widya Budaya Bakti. Materi tersebut disampaikan oleh Didik Tri Yuswanto Selaku ketua  Saka Widya Budaya Bakti Tingkat Daerah Kalimantan Tengah dan Triana Januari selaku  Ketua Saka Widya Budaya Bakti Tingkat Nasional.

            Dalam kegiatan bimbingan teknis ini juga seluruh pengurus menyusun program kerja yang akan dilaksanakan pasca pelantikan kepengurusan saka widya budaya bakti tingkat daerah Kalimantan Tengah. Ada tiga agenda yang sangat urgen dilaksanakan setelah kepengurusan SWBB ini disahkan. Pertama, sosialisasi terhadap pramuka penegak dan pandega yang akan mengikuti kegiatan di pangkalan SWBB. Kedua, pembentukan SWBB di tingkat cabang di kabupaten dan kota. Ketiga, pelaksanaan kegiatan di pangkalan saka.

            Di akhir kegiatan bimbingan teknis ini dilakukan pelantikan pengurus Saka Widya Budaya Bakti Daerah Kalimantan Tengah periode 2018—2023. Hadir dalam pelantikan tersebut ketua Pimpinan Saka Widya Budaya Bakti Tingkat Nasional, Harris Iskandar.

            Dalam arahannya beliau menegaskan pentingnya penguatan karakter.  Pramuka menjadi jawaban ketika berbicara tentang karakter sehingga program ini menjadi kegiatan ekstrakurikuler yang wajib dilaksanakan di berbagai tingkat pendidikan. Efek derasnya globalisasi akan membawa berbagai hal yang datang dari luar ke negara kita. Oleh karena itu,  penguatan karakter generasi muda menjadi penting untuk menangkal segala hal yang tidak diinginkan.

            Harris Iskandar juga mengulas tentang keterampilan yang harus dikuasai apabila kita ingin menjadi pemenang di abad 21. Ada enam  literasi dasar yang harus dikuasai yaitu literasi baca tulis, literasi sains, literasi digital, literasi keuangan, literasi budaya, dan literasi kewarganegaraan. Empat kompetensi dasar yang juga harus dikuasai yakni kemampuan berpikir kritis, kemampuan berkreasi, kemampuan berkomunikasi, dan kemampuan berkolaborasi. Semua ini akan tumbuh subur ketika bermuara pada satu pondasi yaitu karakter.

            Pada akhir sambutannya, Harris menyampaikan amanat Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Adyaksa Dault. “Ada empat hal yang harus dilakukan oleh organisasi Pramuka. Pertama, Gerakan pramuka harus melakukan peninjauan kualitas (rebranding). Kegiatan yang dilakukan harus mampu beradaptasi dengan masa terkini. Isilah kegiatan-kegiatan yang dilakukan di kepramukaan dengan kegiatan yang disenangi generasi muda sekarang, misalnya penerapan digitalisasi sebagai salah satu kegiatannya. Kedua, Pramuka untuk masyarakat (Scout for others), tujuan pramuka adalah bagaimana agar dapat bermanfaat bagi orang lain. Oleh karena itu, pramuka harus dapat membuang jauh ego pribadi, menghargai kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi. Ketiga, perbaikan tata laksana. Dalam kegiatan pramuka ada strukturnya, petunjuk-petunjuk yang harus dilaksanakan sebagai arahan. Keempat, pramuka harus mampu memperluas jaringan,” katanya. (E.A)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *