Peringatan HUT ke-74 RI di BP-PAUD dan Dikmas Kalteng

Peringatan HUT ke-74 RI di BP-PAUD dan Dikmas Kalteng: Perlunya Reformasi Pendidikan

Peringatan HUT RI ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2019, di BP-PAUD dan Dikmas Kalimantan Tengah diserta pemberian penghargaan kepada 14 karyawannya. Penghargaan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, disematkan oleh Kepala BP-PAUD dan Dikmas Kalimantan Tengah atas dedikasi mereka sebagai pegawai negeri sipil yang telah bekerja dengan penuh kesetiaan kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, negara serta dengan penuh pengabdian, kejujuran, kecakapan, dan disiplin.

Penghargaan yang diberikan berupa Satyalancana Karya Satya 30 tahun diberikan kepada Talaga, S.Pd. dan Mahlan, S.Pd. Satyalancana Karya Satya 20 tahun diberikan kepada Dra. Prihatin, Dra. Agina J. Rosda, Dra. Maria M. Manoppo, Agnes Apolonia, S.Pd., Dra. Lilis, Syahril Uhing, S.P., dan Nurheni, S.P., M.Si. Satyalancana Karya Satya 10 tahun diberikan kepada Dra. Rinci, M.Pd., M. Hanafiah Novie, S.P., M.Si., Garianto, S.Pd., Ety Ariani, S.Pd., dan Hartono.

Pada upacara hari kemerdekaan RI yang berlangsung di halaman instansi ini, Kepala BP-PAUD dan Dikmas Kalimantan Tengah, Santoso, S.Pd., M.Si., sebagai pembina upacara mengucapkan selamat kepada ke 14 karyawan yang telah menerima penghargaan tersebut dan berpesan agar dapat mempertahankan bahkan meningkatkan kinerja yang sudah baik yang telah dilaksanakan.

Dalam kesempatan ini pula, ia menyampaikan pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Inti pidato tersebut menekankan perlunya reformasi paradigma pendidikan, yakni pendidikan yang adaptif dengan perkembangan zaman. Reformasi pendidikan mesti dilakukan melalui sistem zonasi untuk memeratakan layanan pendidikan yang adil dan berkualitas. Dengan sistem ini diharapkan pendidikan yang berkualitas tidak hanya bisa didapatkan di kota-kota besar, tetapi juga di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) sesuai dengan visi Nawacita Presiden Jokowi, yakni membangun dari pinggiran.

Reformasi pendidikan untuk membangun SDM juga berfokus pada pembangunan karakter. Ini dilakukan dengan Penguatan Pendidikan Karakter yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan budi pekerti. Pendidikan karakter bangsa juga dilakukan melalui pemajuan kebudayaan. Dengan demikian, pemajuan kebudayaan, penguatan ketahanan budaya, dan perlindungan hak kebudayaan menjadi bagian yang sangat penting.

Berkaitan dengan itu, dibutuhkan kerja sama dan keterlibatan aktif tripusat pendidikan, yang meliputi keluarga, sekolah, dan masyarakat. Ketiga elemen ini harus menjadi satu kesatuan dalam ekosistem pendidikan yang bersama-sama memajukan bangsa ini unggul di berbagai bidang kehidupan. (E.A)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *