Yuk, Bermain Peran Bersama TK Islam Al-Ukhuwah!

YUK, BERMAIN PERAN BERSAMA TK ISLAM AL-UKHUWAH!

Bencana kebakaran hutan dan lahan yang terjadi selama hampir tiga bulan di wilayah Kalimantan Tengah memang sangat memprihatinkan. Dampak dari kabut asap yang timbul juga berbahaya bagi kesehatan, terutama anak-anak. Hal ini juga bisa dijadikan bahan pembelajaran untuk anak didik kita, cara membawakannya pun harus menarik dan sekreatif mungkin agar mereka tidak bosan dan merangsang keingin-tahuan mereka, salah satunya dengan bermain peran.

Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP-PAUD Dikmas) Kalteng meminta TK Islam Al-Ukhuwah untuk membantu mereka mencoba simulasi pembelajaran dengan bermain peran. Anak-anak yang diminta untuk bermain peran pun begitu antusias. Dengan bersemangat mereka berseru ingin berperan  dalam kegiatan itu.

Kegiatan dilaksanakan pada 17 Oktober 2019, melibatkan anak-anak untuk berperan aktif sesuai peran yang telah ditetapkan. Rasa antusias dan percaya diri mereka begitu terasa ketika bermain peran dimulai. Semua sudah siap dengan peran dan tugas masing-masing, ada yang berperan sebagai Sipet, tokoh anak laki-laki yang tidak mau memakai masker ketika bermain di luar rumah, teman-teman Sipet, ibu Sipet, juga dokter.

Setelah berdoa bersama guna kelancaran kegiatan, anak-anak diminta untuk bersiap di posisi masing-masing. Mereka begitu ekspresif saat kegiatan berlangsung, baik yang bermain peran maupun yang tidak ikut bermain peran. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi anak-anak didik karena mampu merangsang kemampuan motorik, kepercayaan diri, dan juga kerja sama yang solid saat bermain peran.

Bunda Rahayu lalu membacakan cerita tentang Sipet yang tidak mau memakai masker ketika bermain di luar rumah. Anak-anak yang telah ditunjuk untuk bermain peran pun melakukan peran mereka. Ada saja tingkah lucu mereka ketika kegiatan tersebut berlangsung. Salah satunya adalah Faeza, yang mengenakan seragam keprofesian tentara dan bertugas menjaga jalannya kegiatan. Dengan tingkah lucunya, ia meminta teman-temannya yang tidak ikut bermain peran untuk tenang.

Kegiatan bermain peran tersebut diakhiri dengan pesan dan nilai moral bahwa kita harus mendengarkan nasehat orangtua dan tidak bermain di luar rumah ketika kabut asap berlangsung. Pada saat melakukan recalling anak-anak mengutarakan pendapatnya mengenai kegiatan yang baru saja mereka lakukan.

“Aku mau jadi pemadam, Bunda. Soalnya aku yang bakal memadamkan apinya!” ujar Laurensa, salah seorang siswi Kelas Al-Farabi.

Lain lagi dengan Akmal Aufasady yang berperan sebagai Sipet. Ia mengatakan kalau mau keluar rumah harus pakai masker, “Aku selalu pakai masker kalau ke luar rumah, Bunda. Biar nggak saki,” ujarnya. Kegiatan tersebut ditutup dengan ucapan terima kasih perwakilan BP-PAUD Dikmas Kalteng, Ety Ariani, yang dilanjutkan dengan foto bersama anak-anak. Ia dan kawan-kawan berharap kegiatan bermain peran ini bisa diterapkan sewaktu-waktu agar anak-anak didik tidak merasa bosan dengan pembelajaran yang ada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *