Memupuk Jiwa Kepemimpinan Anggota SWBB BP-PAUD Dan Dikmas Kalimantan Tengah Melalui Permainan Balogo

MEMUPUK JIWA KEPEMIMPINAN ANGGOTA SWBB
BP-PAUD DAN DIKMAS KALIMANTAN TENGAH MELALUI PERMAINAN BALOGO

Generasi saat ini hidup di jaman derasnya gempuran teknologi yang kian marak. Melalui gawai (gadget) mereka dapat mengakses berbagai permainan yang mengasyikkan mereka. Menghabiskan waktu berjam-jam tidak menjadi masalah bagi mereka untuk menyelesaikan permainan melalui gawai.

Kekurangtepatan menyikapi penggunaan teknologi membuat generasi saat ini bersikap egois, kurang peduli dengan sesama, kurang menghormati orang yang lebih tua. Kecanduan terhadap permainan-permainan yang mereka lakukan melalui gawai mengikis nilai-nilai yang seharusnya dimiliki oleh generasi tangguh. Anak-anak zaman now lebih cenderung berlama-lama duduk dengan gawainya dibandingkan berkumpul melakukan permainan yang mengasah keterampilan dan mengembangkan karakter positif di antara sesama.

Gawai tentu saja akan dapat membawa pengaruh positif dan dapat pula dimanfaatkan untuk membangun pengetahuan dan memperoleh bekal keterampilan jika dapat dimanfaatkan dengan tujuan tersebut. Namun, gawai juga dapat berpengaruh negatif jika hanya dimanfaatkan untuk bermain dengan permainan-permainan yang kurang mendidik. Tentunya hanya menghabiskan waktu dengan hal-hal yang kurang bermanfaat untuk pengembangan diri, disamping pengaruh-pengaruh negatif lainnya. Peran positif gawai bagi generasi sekarang sangat bagus apabila penggunanya menggunakan secara bijak. Bila digunakan sesukanya tentunya membawa dampak yang merugikan penggunanya sendiri.

Jika kita bandingkan dengan jaman sebelum gawai mulai marak, hubungan interpersonal antara satu dengan lainnya begitu interaktif. Pada masa anak-anak mereka disibukkan dengan permainan-permainan yang mengasah motorik mereka, kepedulian terhadap sesama, saling menghormati satu dengan lainnya, berlatih sportif, berlatih berkomunikasi dengan teman sebaya. Semua ini dilewati melalui permainan-permainan tradisional yang pernah mereka lakukan saat mereka masih anak-anak, yang pada saat itu masih belum tersentuh dengan permainan-permainan dunia maya. Sangat banyak manfaat positif yang mereka peroleh melalui permainan-permainan yang lekat dengan kearifan lokal. Untuk itulah menjadi tugas banyak pihak untuk dapat melakukan berbagai upaya guna memupuk kembali kecintaan terhadap permainan yang bernuansa budaya daerah atau kearifan lokal yang sarat akan nilai karakter.

Satuan Karya Widya Budaya Bakti (SWBB) merupakan wadah kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis di bidang pendidikan dan kebudayaan khususnya pendidikan anak usia dini, nonformal dan informal, seni dan film, tradisi, sejarah, nilai budaya, cagar budaya dan museum yang dapat diterapkan pada diri, keluarga, lingkungan dalam menciptakan lapangan pekerjaan. Dalam wadah SWBB anggota-anggotanya dididik dengan tujuan:  Mampu berperan serta secara aktif dalam mendukung kegiatan pendidikan dan kebudayaan di lingkungannya; Mampu dan mau menyebarluaskan kepada masyarakat tentang informasi dan pengetahuan mengenai pendidikan dan kebudayaan; Memberikan latihan dan peran serta dalam mendukung kegiatan pendidikan dan kebudayaan kepada para pramuka di gugus depan; Menumbuhkembangkan minat terhadap Saka Widya Budaya Bakti di setiap gugus depan dan pembentukan Saka Widya Budaya Bakti di setiap kwartir ranting/kwartir cabang.

Salah satu kegiatan yang dilakukan di krida nilai budaya di pangkalan SWBB BP-PAUD dan Dikmas Kalimantan Tengah adalah permainan balogo. Permainan balogo merupakan permainan tradisional khas Kalimantan yang menarik untuk dimainkan dan sarat akan nilai kepemimpinan. Balogo yang dibuat menjadi alat permainan tradisional ini terbuat dari bahan tempurung kelapa dengan ukuran garis tengah 5-7 cm dan tebal antara 1-2 cm dan kebanyakan dibuat berlapis dua yang direkatkan dengan dempul supaya berat dan kuat. Bentuknya bermacam-macam. Ada yang berbentuk bidawang (bulus), biuku (penyu), layang-layang, daun, dan bundar.

Dalam memainkan permainan balogo ini digunakan panapak, ada juga yang menyebutnya campa. Alat ini merupakan alat pemukul yang panjangnya 40 cm dan lebarnya 2 cm. panapak ini berfungsi untuk mendorong logo agar bisa meluncur dan merobohkan logo pihak lawan.

Permainan balogo ini bisa dilakukan satu lawan satu atau secara beregu. (https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/ ) Jika dimainkan secara beregu, maka jumlah pemain yang naik (yang melakukan permainan) harus sama dengan jumlah pemain yang pasang  (pemain yang logonya dipasang untuk dirobohkan) Jumlah pemain beregu minimal 2 orang dan maksimal 5 orang. Jumlah logo yang dimainkan sebanyak jumlah pemain yang disepakati dalam permainan. Cara memasang logo ini adalah didirikan berderet ke belakang pada garis-garis melintang. Karenanya inti dari permainan Balogo ini adalah keterampilan memainkan logo agar bisa merobohkan logo lawan yang dipasang.

Dalam permainan balogo secara tidak langsung terjadi proses penanaman nilai-nilai budaya, sehingga para pemain Balogo tertanam jiwa kejujuran, tidak egois, kerjasama, sikap kerja keras dan musyawarah mufakat dalam menyelesaikan persoalan. Nilai-niai di atas tersebut terkait dengan karakter kepemimpinan yang terpupuk melalui permainan balogo ini. Karakter merupakan kunci utama menjadi pemimpin sukses. Seorang pemimpin harus dapat menjadi teladan bagi orang lain, terutama anggota timnya. Karakterlah yang akan menentukan sukses atau tidaknya seseorang dalam berbagai aspek hidup.

Terdapat 12 karakter utama yang harus dimiliki seorang pemimpin. Karakter-karakter tersebut adalah proaktif, fleksibel, komunikatif, terbuka, cerdas, percaya diri, berinisiatif tinggi, teratur, evaluatif, dan penuh penghargaan. (https://www.jurnal.id/id/blog/miliki-7-karakter-ini-untuk-jadi-pemimpin-sukses/)

1. Berpendirian Teguh

Sebagai pemimpin tidak mudah terpengaruh oleh orang lain atau keuntungan di depan mata. Seorang pemimpin yang berpendirian teguh akan berjalan sesuai visi tanpa melihat ke kanan atau ke kiri. Seseorang dapat menghadapi apa pun saat sudah tahu jelas visi dan tujuannya. Hal ini tercermin dari upaya pemain dalam membidik logo lawan dengan panapak. Ia akan fokus ke arah bidikannya  di depan agar dapat merobohkan logo lawan mainnya.

2. Jujur

Seorang pemimpin yang baik akan selalu jujur pada anggota tim atau orang lain yang dilayaninya atas setiap risiko atau keuntungan yang ada. Seorang pemimpin harus mementingkan kepentingan tim dan orang yang dilayaninya daripada diri Anda sendiri. Hal ini tercermin pula saat ia membidik logo yang akan dirobohkannya. Ia membidik dari garis yang telah ditentukan, tanpa melebihinya dan tanpa berbuat curang.

3. Proaktif

Pemimpin proktif memiliki inisiatif dan bertanggung jawab. Seorang pemimpin akan bersikap visioner. Seorang pemimpin akan bekerja keras untuk menguasai bidangnya dengan tujuan untuk menghindari konflik. Pemimpin proaktif tidak akan mengeluh atas setiap tugas yang diberikan. Bahkan, pemimpin akan mengerjakan tugas tersebut dengan sebaik-baiknya dan membuahkan hasil maksimal. Hal ini tercermin dari upaya pemain dalam merobohkan logo lawannya. Ia akan berupaya sebaik mungkin untuk dapat meraih hasil terbaik dan menjadi pemenang. Dengan sering melatih diri ia akan semakin mahir di bidangnya.

4. Fleksibel

Seorang pemimpin mesti fleksibel. Pemimpin yang fleksibel adalah pemimpin yang mampu beradaptasi dengan situasi dan kondisi apapun. Pemimpin yang fleksibel dapat mengatasi situasi tidak nyaman. Seorang pemimpin fleksibel akan semakin kuat dan cepat menyesuaikan diri dengan keadaan. Justru semakin sering terjadi perubahan, kreativitas mereka semakin diasah. Apabila terdapat perbedaan pendapat di antara tim pemain ia akan berupaya menyelesaikan dengan mendamaikan semuanya dan membuat situasi menjadi nyaman.

5. Komunikatif

Seorang pemimpin harus mampu menjaga komunikasi dengan anggota timnya. Pemimpin yang komunikatif akan mengerti kebutuhan serta kesusahan orang lain. Pemimpin yang baik akan lebih banyak bertanya, mempertimbangkan berbagai pilihan, serta memimpin ke arah yang benar. Dalam permainan balogo, apabila ada anggota tim yang tidak berhasil membidik logo yang akan dirobohkan, mereka akan memakluminya, tanpa merendahkan. Bahkan teman tersebut akan terus diberikan semangat untuk dapat bermain lebih baik lagi.

6. Berpikiran Terbuka

Pemimpin yang berpikiran terbuka akan mempertimbangkan semua pilihan sebelum mengambil keputusan. Seorang pemimpin tidak akan tersinggung akan perkataan orang lain dan justru menerima setiap pendapat yang diberikan demi kenyamanan bersama. Ketika mengalami kekalahan dalam permainan balogo ini, tim yang kalah akan dengan senang hati menerima konsekuensi yang harus diterimanya.

7. Cerdas

Pengetahuan adalah kekuatan pemimpin.  Seorang pemimpin harus memiliki berpengetahuan luas. Dengan semakin melatih diri, seorang pemain balogo akan semakin mahir membidik logo lawan dan tahu posisi mana yang harus ia ambil agar bidikannya tepat sasaran.

8. Percaya Diri

Seorang pemimpin harus percaya diri. Dalam permainan balogo seorang pemain harus percara diri dalam melakukan permainan. Tanpa bertanya kepada orang lain posisi mana yang harus di ambil untuk membidik. Ia harus percaya diri dengan pilihan posisinya.

9. Antusias

Seorang pemimpin harus memiliki semangat dan antusiasme yang tinggi dalam pekerjaannya. Pemain dalam permainan balogo biasanya memiliki antusiasme yang tinggi. Apalagi jika bidikan pemain mengenai sasaran, hal ini akan menyemangati anggota tim lainnya untuk memenangkan permainan.

10. Teratur

Dalam permainan balogo hal ini tercermin dari kepatuhan setiap dalam tim dalam menerapkan aturan permainan yang sebenarnya. Ketaatan kepada aturan permainan akan membuat permainan berjalan lancar.

11. Evaluatif

Dalam permainan balogo hal ini tercermin dari evaluasi yang dilakukan apabila gagal dalam merobohkan logo lawan, ia akan me-review penyebabnya dan akan melakukan perbaikan untuk dapat melakukan permainan dengan baik agar dapat menjadi pemenang.

12. Penuh Penghargaan

Dalam permainan balogo hal ini terlihat dari penghargaan yang diberikan oleh tim lawan kepada tim yang menjadi pemenang. Contohnya, tim yang kalah akan bersedia dipegang dagunya sambil mengucapkan kata “janggut janggut” oleh tim yang menjadi pemenang. Banyak sekali nilai karakter kepemimpinan yang diperoleh oleh anggota SWBB Pangkalan BP PAUD dan Dikmas Kalimantan Tengah dari permainan balogo ini. Nilai kepemimpinan ini sangat bermanfaat bagi kehiduapan mereka di masa mendatang. Mengingat pentingnya nilai-nilai yang terkandung dalam permainan ini, menjadi tanggungjawab berbagai pihak untuk dapat membuat permainan ini tetap lestari. (E.A)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *