PKBM HARATI Kabupaten Kotim ikuti pawai pembangunan 2018

PKBM HARATI Kabupaten Kotim ikuti pawai pembangunan 2018

 Sampit – Pawai Pembangunan memperingati hari kemerdekaan RI yang ke 73 kembali diselenggarakan di Sampit kabupaten Kotawaringin Timur pada tanggal 17 Agustus 2018.  Dengan tema ‘Kerja Kita, Prestasi Bangsa’. Diikuti ribuan peserta dari berbagai kalangan masyarakat yang dibagi menjadi 3 kelompok yaitu: kelompok pelajar/mahasiswa, kelompok SOPD/Instansi/Lembaga/Masyarakat Umum, dan kelompok Mobil Hias. Ribuan masyarakat kota sampit tumpah ruah dengan semangat menyaksikan penampilan budaya, kreatifitas, seni dan tampilan para peserta pawai pembangunan.

Tergabung sebagai salah satu peserta adalah PKBM Harati,  Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat yang menyelenggarakan Pendidikan Kesetaraan Kejar Paket A, B, dan C ini turut berpartisipasi memeriahkan Pawai Pembangunan Kabupaten Kotawaringin  Timur tahun 2018. “Ini merupakan tahun kedua kami mengikuti acara pawai pembangunan, tahun ini kami lebih mempersiapkan dengan matang untuk memperkenalkan eksistensi PKBM Harati ke masyarakat Kotim sebagai jalur pendidikan alternatif, tahun ini peserta pawai lebih banyak dan antusias masyarakat kotim luar biasa memperingati kemerdekaan RI ke 73” ujar Deny, Ketua PKBM Harati.

Salah seorang peserta didik PKBM Harati, Ardi menuturkan “Kegiatan pawai pembangunan ini merupakan momen yang kami tunggu-tunggu setiap tahunnya, selain untuk silaturahmi kami warga belajar, alumni dan pengelola PKBM, kegiatan ini juga jadi wadah promosi PKBM, walaupun berpanas-panasan dan berdesak-desakan dibarisan, tapi kami tetap semangat, para pejuang saja semangat memperjuangkan kemerdekaan negeri ini, kami pun harus bersemangat untuk ikut memeriahkannya dengan ikut serta di pawai pembangunan kali ini. “

PKBM Harati sebagai salah satu lembaga pendidikan non formal di Kabupaten Kotawaringin Timur, akan terus berkomitmen untuk memperkenalkan dan mempromosikan eksistensi pendidikan non formal.  Dimana masyarakat banyak masih belum mengetahui keberadaan dan kesetaraannya dengan pendidikan non formal.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *