Tk Kaharap Palangka Raya Selenggarakan Pembelajaran Pra Kebencanaan Karhutla

TK KAHARAP PALANGKA RAYA SELENGGARAKAN PEMBELAJARAN PRA KEBENCANAAN KARHUTLA

Hiruk pikuk keributan anak-anak terlihat saat mereka mendengar bunyi sirine tanda bahaya pagi itu. Mereka berlari ke arah sumber api dan berupaya memadamkannya menggunakan peralatan yang tersedia di sekitarnya. Ada yang menggunakan selang air, mengambil air dari sumbernya dengan menggunakan ember. Kerja sama yang baik mereka tunjukkan saat berusaha memadamkan kobaran api yang muncul dari semak-semak di sekitar lingkungan mereka. Inilah keseruan kegiatan Pembelajaran Pra Kebencanaan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terlihat di TK Kaharap Palangka Raya beberapa waktu lalu saat melakukan simulasi kebakaran hutan dan lahan pada pembelajaran di sentra peran.

Kegiatan tersebut bagian dari proses uji coba pembelajaran pra kebencanaan hutan dan lahan pada lembaga tersebut. kegiatan dimulai dengan membacakan cerita agar anak-anak memahami penyebab kebakaran hutan dan lahan dan dapat melindungi diri mereka sendiri dari dampak kabut asap akibat  terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Pada kegiatan pembelajaran tersebut anak-anak juga dibimbing bagaimana memakai masker yang benar sehingga partikel debu akibat kabut asap tidak mudah terhirup oleh mereka.

Pengelola TK Kaharap, Indra, menyambut baik uji coba pembelajaran pra kebencanaan kebakaran hutan dan lahan untuk anak usia dini yang dilakukan di lembaganya, karena kegiatan ini benar-benar kegiatan pembelajaran yang relevan dengan pendidikan kebencanaan sesuai kondisi lingkungan Kalimantan Tengah. Menurutnya, kegiatan uji coba pembelajaran pra kebencanaan kebakaran hutan dan lahan merupakan kegiatan pembelajaran yang sangat relevan dengan kondisi kebencanaan di Kalimantan Tengah. Kebakaran hutan dan lahan hampir setiap tahun terjadi di Kalimantan Tengah saat terjadi musim kemarau. Hampir dipastikan pula kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan ini terjadi. Saya menyambut baik uji coba pembelajaran ini.  Saya berharap kegiatan ini akan tetap dilaksanakan mengingat pentingnya pemberian pemahaman kepada anak-anak tentang penyebab kebakaran hutan dan lahan dan anak-anak dapat melakukan perlindungan untuk dirinya sendiri ketika bencana kabut asap terjadi.” Pada akhir kegiatan tim pengembang model BP-PAUD dan Dikmas Kalimantan Tengah mengharapkan agar kegiatan ini dapat menjadi muatan pembelajaran yang akan tetap dilaksanakan di lembaga penyelenggara program PAUD sebagai bagian dari pendidikan kebencanaan yang sangat relevan dengan kondisi lingkungan Kalimantan Tengah. (E.A.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *